TANAMAN AJAIB


https://drive.google.com/file/d/1HafBbvzf2ymDj5VHlO3HlkznlMgowxwB/view?usp=sharing




TANAMAN AJAIB



Tanaman ajaib tersebut adalah Sorgum. Mungkin nama dari tanaman tersebut jarang kita dengar tetapi manfaat dari tanaman tersebut sangat luar biasa. Seringkali orang menamakannya sebagai tanaman ajaib. Bagaimana tidak, dari daun sampai akarnya kita bisa menjadikannya sesuatu yang bisa mendatangkan uang. Sorghum adalah tanaman dari keluarga rumput-rumpuan, masih satu keluarga dengan padi, jagung, dan gandum. Buji sorghum memiliki kandungan karbohidrat tinggi sehingga dimanfaatkan sebagai makanan pokok oleh lebih dari 500 juta penduduk bumi. Sorgum lazim dikenal masyarakat indonesia dengan nama yang beragam misalnya:
Cantel (jawa), lolo (ende), mesa (manggarai), watablolong / watasolot / wataholog (flores timur, lembata), penmina (timor), terae (sabu), wataru (sumba), olo wolo (nagekeo).

Sorgum cocok ditanam di tempat yang kering maupun berair, tahan terhadap hama dari pada tanaman sejenisnya. Musuh tanaman sorgum hanya burung yang suka memakan biji tanaman. Beberapa varietas sorgum bisa tumbuh hingga 3 meter.



Manfaat sorgum.
1.     Buah sorgum bisa digunakan sebagai makanan untuk manusia. Buahnya diolah menjadi beras maupun tepung sorgum.
2.      Daun sorgum bisa menjadi sumber pakan ternak, tangkai daunnya bisa dijadikan kerajinan tangan seperti sapu.
3.      Batang sorgum bisa dijadikan sebagai lumbung bioethanol dan bahan pembuat kertas.  Batang yang masih muda bisa dibuat sirup, karena rasanya manis. Caranya kupas kulit batangnya yang masih muda dan diambil bagian dalamnya kemudian diperas.
4.      Akar sorgum bisa diolah menjadi jamu. Berdasar pengalaman empiris, akar sorgum dapat memperlancar peredaran darah. Akar cukup diseduh, lalu airnya diminum.

Khasiat olahan dari biji sampai tepung sorgum untuk kesehatan
1.      Kesehatan pencernaan
2.      Kesehatan jantung
3.      Mencegah kanker
4.      Mengontrol diabetes
5.      Kesehatan tiroid
6.      Meningkatkan daya kognitif


SORGUM BERGIZI
SORGUM BERDUIT

Fransiskus Bayo Lamawato


Komentar